Rabu, 03 November 2010

Puisi “Apa Guna?” (Seorang Mahasiswa)

Andi J. Satya Wicaksana
(sebuah puisi lama)

Mahasiswa, begitulah panggilannya
Sarjana, itulah gelarnya
Pintar, itu memang wajar
Prestasi, bisa karena belajar

Tapi, apa benar?
Semua dilakukan dengan bersih, juga sadar?

Punya ilmu setinggi langit
Kalau tidak diamalkan, “apa guna?”

Nilai UAS seluas daratan
Kalau tidak disyukuri, “apa guna?”

Punya IPK sedalam lautan
Kalau tidak dimanfaatkan, “apa guna?”

Peroleh SKS > 19 dalam satu semester
Kalau hanya mementingkan diri sendiri, “apa guna?”

Ada teman yang butuh untuk diajar
Kalau selalu melihat gender, “apa guna?”

Pandai memahami sesuatu
Kalau tidak pandai menganalisa, “apa guna?”

Antusias terhadap negara lain
Kalau tidak kritis terhadap negara sendiri, “apa guna?”

Selalu membuat keputusan (di kelas)
Kalau tidak memperhatikan kaum minoritas, “apa guna?”

Berpikir bahwa dirinya “ekslusif”
Kalau selalu merendahkan teman lain, “apa guna?”

Bercita-cita sampai ke ujung dunia
Kalau tidak berusaha melakukan, “apa guna?”

Mengaku bahwa dirinya MAHA
Kalau terus mengecilkan orang, “apa guna?”

Maju berinisiatif menjadi pemimpin
Kalau hanya menumpang jabatan, “apa guna?”

Beribu-ribu kata yang tertulis
Kalau tidak dirasakan, “apa guna?”

Kawan…

Ego pun bisa merasa lelah
Tidak ingin dipaksa,
Juga tidak ingin dimanja
Dan engkau pun harus mengalah

Teman…

Belajarlah kembali kepada alam
Bergurulah lagi kepada hewan
Karena merekalah yang mengajarkan
Akan pentingnya arti sebuah kesederhanaan,
Dan kebersamaan

Depok, 3 Januari 2010

2 komentar:

  1. trimakasih, anda adalah orang pertama yg bilang itu. sampai jumpa di karya selanjutnya :)

    BalasHapus