Jumat, 12 November 2010

Apakah Kita Sama?

Jejak yang panjang membawaku keluar dari peraduan
Angin, dedaunan, serta rumput ilalang menjadi peneman di perlintasan jejak itu
Namun apa yang kudapat dari laju perlintasan tidaklah sama dengan apa yang kuharapkan
Membelok bak haluan kapal yang berlayar di tengah luasnya lautan
Lalu menyongsong fajar yang masih terlalu dingin

Pagi, aku tak dapat melihatmu
Mata ini serasa tertutupi
Padahal aku ingin kembali melintasi jejak itu
Melihat keadaan sekitar yang tak jauh berbeda

Aku ingin selalu kembali ke jejak itu
Sampai kita benar-benar saling mengenal
Mengenal perbedaan
Agar kau tak salah meramal

Lantas apa aku ini salah
Melintasi jejak yang dulu pernah kutemui
Berpeluh-peluh sampai aku terjerembab
Aku berani melangkah karena aku tahu pikiranku
Aku berani memilikinya karena aku mengenalnya

Ya, kita memang tak sama
Tapi cobalah kau pahami apa isi hati ini
Rindu akan sesuatu yang tak terobati
Melekatkan segores kenangan dalam sebuah memori

2 komentar: