Rabu, 03 November 2010

Perjalanan Baru Saja Dimulai

Ayah, ibu, hari ini aku bersyukur dapat menghirup udara segar yang menyelinap masuk melalui ventilasi jendela kamarku. Sebuah 'ruang rahasia' yang menjadi tempatku untuk terus berkarya. Aku juga bersyukur kepada Tuhan YME karena aku telah diizinkan untuk dapat kembali menulis  sebuah karya dengan segala kemampuanku, meski raga ini terbalut oleh beban. Beban yang sangat menahanku, mengikatku seperti ini. 
Ketika itu, aku menjadi tidak "hidup", kosong, tanpa orientasi akan hidup di masa depan.  Selama itu pun aku bak orang payah yang hanya termangu dalam sebuah 'ruang rahasia', tak lagi handal memainkan jemari yang  dulu lincah yang digerakkan oleh otak kananku. Aku sangat heran melihat orang-orang di dekatku bisa terus berdiri. Sementara aku? Aku ini apa? Aku adalah orang yang bisanya hanya mengeluh, mengeluh, dan mengeluh, tanpa ada kesadaran untuk bangkit walaupun sekadar 'duduk'. Hahhh... helaan napas ini sungguh berat. Menarikku untuk termangu lagi. Ahh, penyesalan yang berlarut-larut tak akan berguna sobat.
Aku tak sendirian untungnya. Aku memiliki banyak penyemangat dalam hidupku yang datang dari luar sana.  Keluarga maupun teman-teman adalah bukti konkrit bahwa aku ada untuk mereka, juga sebaliknya. Aku pun memilliki mereka dengan tulus, seperti seorang sahabat yang menyayangi sahabatnya, dan seorang ayah yang menyayangi anaknya.
Ya, akhirnya, aku pun menyadari bahwa menit-menit menuju perjalanan ini baru saja dimulai. Perjalanan panjang dan curam yang menggerakkanku untuk terus mendakinya. Dan aku tidak mau menghilangkan jejak kakiku di jalan ini. Setidaknya, itulah satu pesan yang aku punya untuk memotivasi diriku sendiri. Mari kita bermain dengan kata!

Ruang rahasia, 3 November 2010

2 komentar:

  1. Saya suka dengan tulisan ini. saya tunggu tulisan berikutnya ya :D

    BalasHapus
  2. Terimakasih, saya akan senang hati memposting tulisan berikutnya :)

    BalasHapus