Jumat, 05 November 2010

Andai Ku Bisa Bermain dengan Waktu


Hidup adalah pilihan

Sobatku hari, kau masih terlalu muda untuk mengatur jam yang bergulir
Usahamu mengatur detik dan menit sungguh sebuah apresiasi yang kian menipis
Entah kenapa, aku jadi merasa tidak berarti di sini
Tidak berarti karena melupakanmu,
melewatimu tanpa merasa kau benar-benar ada

Sobatku hari, andai saja aku bisa mengulangmu
Akan kukejar dirimu tuk bermain bersamaku
Takkan ku sia-siakan, walau hanya sedetik di mata

Sobatku hari, ajaklah aku menembus sang waktu
Aku ingin kembali ke masa lau
Kembali ke aku yang dulu
Memperbaiki semua kesalahan-kesalahanku

Karena aku ingin menentukan tujuan
Meski sempat terikat sebuah pilihan

5 komentar:

  1. aya seperti tahu gaya bahasa dalam puisi ini. hmmm

    BalasHapus
  2. gaya puisinya mirip seseorang. mungkin gaya puisi itu anda dapatkan dari seseorang yg menyelinap di kehidupan anda

    BalasHapus
  3. memangnya siapa org itu? anda mencoba menafsirkan sesuatu dari bahasa, itu tidak adil...

    BalasHapus
  4. orang yang menyelinap ke kehidupan anda itu adalah saya. :D

    BalasHapus