Jumat, 05 November 2010
Andai Ku Bisa Bermain dengan Waktu
Hidup adalah pilihan
Sobatku hari, kau masih terlalu muda untuk mengatur jam yang bergulir
Usahamu mengatur detik dan menit sungguh sebuah apresiasi yang kian menipis
Entah kenapa, aku jadi merasa tidak berarti di sini
Tidak berarti karena melupakanmu,
melewatimu tanpa merasa kau benar-benar ada
Sobatku hari, andai saja aku bisa mengulangmu
Akan kukejar dirimu tuk bermain bersamaku
Takkan ku sia-siakan, walau hanya sedetik di mata
Sobatku hari, ajaklah aku menembus sang waktu
Aku ingin kembali ke masa lau
Kembali ke aku yang dulu
Memperbaiki semua kesalahan-kesalahanku
Karena aku ingin menentukan tujuan
Meski sempat terikat sebuah pilihan
Langganan:
Posting Komentar (Atom)

aya seperti tahu gaya bahasa dalam puisi ini. hmmm
BalasHapusapa emangnya?
BalasHapusgaya puisinya mirip seseorang. mungkin gaya puisi itu anda dapatkan dari seseorang yg menyelinap di kehidupan anda
BalasHapusmemangnya siapa org itu? anda mencoba menafsirkan sesuatu dari bahasa, itu tidak adil...
BalasHapusorang yang menyelinap ke kehidupan anda itu adalah saya. :D
BalasHapus